Nama: Putu Ari Suryana Upeksa
NIM : 1705551025
Prodi : Teknologi Informasi
Fakultas : Teknik
Universitas : Udayana
Mata Kuliah : Network Operating System
Dosen : I Putu Agus Eka Pratama, ST.,MT.

#PENGERTIAN SCHEDULING
Scheduling merupakan aturan-aturan, mekanisme dan prosedur di dalam sistem operasi hingga melibatkan kernel, aplikasi, dan proses terkait dengan urutan kerja yang dilakukan oleh komputer dan sistem komputer. Salah satu kegunaan scheduling yaitu untuk multiprogramming.
Pada sistem operasi, penjadwalan bertugas memutuskan:
- Proses yang harus berjalan
- Kapan dan selama berapa lama proses itu berjalan
#MULTIPROGRAMMING & MULTIPROCESSING
Multiprogramming merupakan kemampuan sistem operasi untuk menjalankan operasi atau lebih secara bersamaan dan menghasilkan sebuah proses.
Multiprocessing merupakan kemampuan penanganan 2 proses atau lebih secara bersama-sama. Bedanya adalah, multiprogramming lebih ditekankan di sisi software, sedangkan multiprocessing lebih ditekankan pada sisi hardware.
#FUNGSI SCHEDULING
Penjadwalan ini dilakukan oleh sistem operasi untuk mendukung kelancaran kebutuhan kinerja baik oleh sistem maupun user. Ada banyak proses yang dikelola oleh sistem secara bersamaan (pseudoparalleism). Oleh karena itu, perlu adanya pengaturan eksekusi dalam hal ini penjadwalan ekskusi proses agar semuanya dapat berjalan secara optimal. Berikut ini beberapa kriteria yang banyak digunakan untuk menentukan penjadwalan tersebut.
- Memaksimalkan throughput
- Memaksimalkan kinerja dan waktu processor
- Efisienssi process
- Keadilan (fairness) pada semua job dan aplikasi
- Meminimalkan waktu tanggap (time respond)
- Optimalisasi sumber daya (resource)
#JENIS SCHEDULING
- Long term scheduling adalah menyeleksi proses-proses mana yang harus dimasukan ke dalam ready queue dan membawanya ke memori untuk dieksekusi.
- Medium term scheduling berfungsi untuk untuk memindahkan proses dari memori maka jumlah proses dalam memori akan berkurang skema Medium term scheduler disebut swapping. Swapping adalah Suatu metode pengalihan proses yang bersifat sementara dari memori utama ke suatu tempat penyimpanan sementara (disk) dan dipanggil kembali ke memori jika akan melakukan eksekusi
- Short term scheduling adalah menentukan proses mana yang selanjutnya akan dieksekusi dan mengalokasikan CPU untuk proses tersebut, dimana pemilihan proses barunya dialokasikan sesering mungkin
- I/O scheduling adalah metode yang digunakan sistem operasi komputer untuk memutuskan urutan operasi blok I / O yang akan dikirimkan ke volume penyimpanan.
#STRATEGI SCHEDULING
Terdapat dua strategi penjadwalan, yaitu:
- Penjadwalan nonpreemptive (run-to-completion). Pada penjadwalan ini proses yang mendapatkan kesempatan dieksekusi oleh pemroses (CPU) akan dijalankan sampai selesai sebelum menjalankan proses lainnya.
- Penjadwalan preemptive. Ini merupakan kebalikan dari nonpreemptive, dimana untuk satu proses yang sedang dieksekusi oleh pemroses memiliki kemungkinan untuk dihentikan sementara dan eksekusi dialihkan ke proses lainnya.
#ALGORITMA SCHEDULING
1. Round Robin
Menggunakan konsep antrian (queue). Setiap process memiliki time quantum untuk menandai waktu dari process lalu time quantum selesai dan akhirnya proses selesai. Setiap proses diberi nilai yang sama untuk time quantum yaitu 1/n. Menentukan time quantum jangan terlalu kecil, karena process tidak dapat selesai dalam 1 quantum, jangan juga terlalu besar (akan menjadi FCFS/First Come First Serve). Nilai idela time quantum = 80 (dari skala 0 – 100).
2. First in First Out (FIFO)
Process yang lebih dahulu datang akan segera dieksekusi, atau ikuti atrian. Apabila ada process panjang dan process pendek, pemrosesan tetap sesuai dengan waktu kedatangan sehingga merugikan process pendek. Solusi dari hal tersebut adalah algoritma SJF.
3. Shortest Job First (SJF)
Proses ini memperbaiki algoritma FIFO. SJF akan mendahulukan yang lebih pendek dengan cara memeriksa masing-masing proses yang ada.
4. Shortest Process Next (SPN)
Mengecek processing time (waktu pemrosesan/waktu eksekusi) setiap job, yang terpendek dimasukkan ke urutan antrian (queue) terdepan, yang terpanjang paling belakang.
5. Feedback
Fokusnya bukan pada waktu eksekusinya, tapi pada “berapa lama waktu yang dihabiskan untuk melakukan eksekusi” → job masuk ke sejumlah antrian (queue) dengan memfokuskan kepada berapa lama waktu yang dihabiskan → melebihi waktu = lepaskan (release) sampai semua proses selesai.
6. Highest Response Ratio Next (HRRN)
Pilih job yang nilai Response Time-nya terbesar (R). Nilai R diperoleh dengan rumus (w+s)/s (di mana w = waiting time = waktu tunggu processor, s = service time).
7. Shortest Remaining Time (SRT)
Pilih yang waktu tunggunya lebih pendek → job yang masuk ke dalam queue memiliki waktu tunggu < job yang sedang diproses. SRT dengan job yang waktu tunggunya lama → menimbulkan starvation (kelaparan?) → waktu tunggu terlalu lama → mati.
REFERENSI
Supriyanto. 2013. Sistem Operasi Jaringan untuk SMK/MAK Semester 1. Jakarta: Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan.
Stallings, William. 2008. Operating Systems: Internals and Design Principles (6th Edition). Prentice Hall.














