PENJADWALAN PROSES (SCHEDULING) SISTEM OPERASI

Nama: Putu Ari Suryana Upeksa
NIM : 1705551025
Prodi : Teknologi Informasi
Fakultas : Teknik
Universitas : Udayana
Mata Kuliah : Network Operating System
Dosen : I Putu Agus Eka Pratama, ST.,MT.

#PENGERTIAN SCHEDULING
Scheduling merupakan aturan-aturan, mekanisme dan prosedur di dalam sistem operasi hingga melibatkan kernel, aplikasi, dan proses terkait dengan urutan kerja yang dilakukan oleh komputer dan sistem komputer. Salah satu kegunaan scheduling yaitu untuk multiprogramming.
Pada sistem operasi, penjadwalan bertugas memutuskan:

  • Proses yang harus berjalan
  • Kapan dan selama berapa lama proses itu berjalan

#MULTIPROGRAMMING & MULTIPROCESSING
Multiprogramming merupakan kemampuan sistem operasi untuk menjalankan operasi atau lebih secara bersamaan dan menghasilkan sebuah proses.
Multiprocessing merupakan kemampuan penanganan 2 proses atau lebih secara bersama-sama. Bedanya adalah, multiprogramming lebih ditekankan di sisi software, sedangkan multiprocessing lebih ditekankan pada sisi hardware.

#FUNGSI SCHEDULING
Penjadwalan ini dilakukan oleh sistem operasi untuk mendukung kelancaran kebutuhan kinerja baik oleh sistem maupun user. Ada banyak proses yang dikelola oleh sistem secara bersamaan (pseudoparalleism). Oleh karena itu, perlu adanya pengaturan eksekusi dalam hal ini penjadwalan ekskusi proses agar semuanya dapat berjalan secara optimal. Berikut ini beberapa kriteria yang banyak digunakan untuk menentukan penjadwalan tersebut.

  • Memaksimalkan throughput
  • Memaksimalkan kinerja dan waktu processor
  • Efisienssi process
  • Keadilan (fairness) pada semua job dan aplikasi
  • Meminimalkan waktu tanggap (time respond)
  • Optimalisasi sumber daya (resource)

#JENIS SCHEDULING

  • Long term scheduling adalah menyeleksi proses-proses mana yang harus dimasukan ke dalam ready queue dan membawanya ke memori untuk dieksekusi.
  • Medium term scheduling berfungsi untuk untuk memindahkan proses dari memori maka jumlah proses dalam memori akan berkurang skema Medium term scheduler disebut swapping. Swapping adalah Suatu metode pengalihan proses yang bersifat sementara dari memori utama ke suatu tempat penyimpanan sementara (disk) dan dipanggil kembali ke memori jika akan melakukan eksekusi
  • Short term scheduling adalah menentukan proses mana yang selanjutnya akan dieksekusi dan mengalokasikan CPU untuk proses tersebut, dimana pemilihan  proses barunya dialokasikan sesering mungkin
  • I/O scheduling adalah metode yang digunakan sistem operasi komputer untuk memutuskan urutan operasi blok I / O yang akan dikirimkan ke volume penyimpanan. 

#STRATEGI SCHEDULING
Terdapat dua strategi penjadwalan, yaitu:

  • Penjadwalan nonpreemptive (run-to-completion). Pada penjadwalan ini proses yang mendapatkan kesempatan dieksekusi oleh pemroses (CPU) akan dijalankan sampai selesai sebelum menjalankan proses lainnya.
  • Penjadwalan preemptive. Ini merupakan kebalikan dari nonpreemptive, dimana untuk satu proses yang sedang dieksekusi oleh pemroses memiliki kemungkinan untuk dihentikan sementara dan eksekusi dialihkan ke proses lainnya.

#ALGORITMA SCHEDULING

1. Round Robin
Menggunakan konsep antrian (queue). Setiap process memiliki time quantum untuk menandai waktu dari process lalu time quantum selesai dan akhirnya proses selesai. Setiap proses diberi nilai yang sama untuk time quantum yaitu 1/n. Menentukan time quantum jangan terlalu kecil, karena process tidak dapat selesai dalam 1 quantum, jangan juga terlalu besar (akan menjadi FCFS/First Come First Serve). Nilai idela time quantum = 80 (dari skala 0 – 100).

2. First in First Out (FIFO)
Process yang lebih dahulu datang akan segera dieksekusi, atau ikuti atrian. Apabila ada process panjang dan process pendek, pemrosesan tetap sesuai dengan waktu kedatangan sehingga merugikan process pendek. Solusi dari hal tersebut adalah algoritma SJF.

3. Shortest Job First (SJF)
Proses ini memperbaiki algoritma FIFO. SJF akan mendahulukan yang lebih pendek dengan cara memeriksa masing-masing proses yang ada.

4. Shortest Process Next (SPN)
Mengecek processing time (waktu pemrosesan/waktu eksekusi) setiap job, yang terpendek dimasukkan ke urutan antrian (queue) terdepan, yang terpanjang paling belakang.

5. Feedback
Fokusnya bukan pada waktu eksekusinya, tapi pada “berapa lama waktu yang dihabiskan untuk melakukan eksekusi” → job masuk ke sejumlah antrian (queue) dengan memfokuskan kepada berapa lama waktu yang dihabiskan → melebihi waktu = lepaskan (release) sampai semua proses selesai.

6. Highest Response Ratio Next (HRRN)
Pilih job yang nilai Response Time-nya terbesar (R). Nilai R diperoleh dengan rumus (w+s)/s (di mana w = waiting time = waktu tunggu processor, s = service time).

7. Shortest Remaining Time (SRT)
Pilih yang waktu tunggunya lebih pendek → job yang masuk ke dalam queue memiliki waktu tunggu < job yang sedang diproses. SRT dengan job yang waktu tunggunya lama → menimbulkan starvation (kelaparan?) → waktu tunggu terlalu lama → mati.

REFERENSI
Supriyanto. 2013. Sistem Operasi Jaringan untuk SMK/MAK Semester 1. Jakarta: Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan.

Stallings, William. 2008. Operating Systems: Internals and Design Principles (6th Edition). Prentice Hall.


PENGGUNAAN PERINTAH DASAR PADA LINUX

Nama: Putu Ari Suryana Upeksa
NIM : 1705551025
Prodi : Teknologi Informasi
Fakultas : Teknik
Universitas : Udayana
Mata Kuliah : Network Operating System
Dosen : I Putu Agus Eka Pratama, ST.,MT.

#PERINTAH UNAME
Perintah uname digunakan untuk melakukan pengecekan terhadap informasi komputer dan informasi sistem operasi. Perintah uname -a menampilkan semua (all) informasi yang terdiri dari nama sistem operasi dan versi, nama komputer, tanggal dan waktu, arsitektur sistem operasi dan versi kernel yang digunakan.

#PERINTAH PS
Perintah ps (process status) digunakan untuk melihat kondisi proses yang sedang berjalan pada sistem operasi. Perintah ps u digunakan untuk melihat elemen CPU time yang digunakan oleh proses sistem operasi.
PID = nomor identitas proses
TTY = nama terminal dimana proses aktif
Time = berisi waktu running dari proses
CMD = instruksi yang digunakan

#PERINTAH TOP
Perintah top digunakan untuk memantau proses secara lebih detail dari penggunaan resource komputer dan user yang menggunakan proses tersebut. Perintah top tanpa menggunakan sudo akan lebih memperlihatkan proses yang dilakukan oleh user biasa.

Perintah sudo top juga memantau proses secara detail dan penggunaan dari resource komputer, perintah top dengan sudo akan lebih memperlihatkan pada proses yang dilakukan oleh root.

#PERINTAH HTOP
Perintah htop digunakan untuk memantau proses dan penggunaan resource komputer dengan visualisasi grafik berwarna yang lebih baik dari perintah top. Perintah htop lebih menampilkan secara keseluruhan dari beban penggunaan hardware.

Perintah sudo htop sama seperti perintah htop tetapi perintah ini lebih menampilkan proses dari user root seperti screen shot dibawah berikut.

#PERINTAH LSPCI
Perintah lspci digunakan untuk melihat spesifikasi dari hardware yang digunakan oleh komputer seperti bridge, VGA, USB, PCI, SATA controller, SMBus, Ethernet controller dan Network controller seperti dibawah berikut.

#PERINTAH HWINFO
Perintah hwinfo digunakan untuk melihat semua informasi dan spesifikasi dari hardware maupun secara lebih lengkap dan mendetail daripada perintah lspci yang hanya menampilkan hardware dengan driver. Gambar dibawah menampilkan beberapa informasi dari hardware dan processor dari komputer.

REFERENSI
Milad, Candra. http://candramiladre.blogspot.com/2016/02/perintah-dasar-linux-top.html. [Diakses 11 Pebruari 2019].

Resita. https://kb.masterweb.com/identifikasi-hardware.html. [Diakses 11 Pebruari 2019].

NETWORK OPERATING SYSTEM

Nama: Putu Ari Suryana Upeksa
NIM : 1705551025
Prodi : Teknologi Informasi
Fakultas : Teknik
Universitas : Udayana
Mata Kuliah : Network Operating System
Dosen : I Putu Agus Eka Pratama, ST.,MT.

#NETWORK OPERATING SYSTEM (NOS)

Network Operating System (Sistem operasi jaringan) adalah sebuah jenis sistem operasi yang ditujukan untuk menangani dan bekerja dalam jaringan komputer. Umumnya, sistem operasi ini terdiri atas banyak layanan atau service yang ditujukan untuk melayani pengguna, seperti layanan berbagi berkas, layanan berbagi alat pencetak (printer), DNS Service, HTTP Service, dan lain sebagainya.

#KARAKTERISTIK NETWORK OPERATING SYSTEM
Sistem operasi jaringan memiliki karakteristik sebagai berikut:

  • Mendukung penggunaan oleh lebih dari satu user
  • Menjalankan aplikasi yang mampu digunakan oleh lebih dari satu user
  • Stabil (robust), dimana kecil kemungkinan untuk terdapat error pada program. Robustness adalah istilah untuk menunjukkan kemampuan suatu sistem komputer menangani masalah yang terjadi selama digunakan oleh user.
  • Memiliki tingkat keamanan data yang lebih tinggi dari sistem operasi desktop.

NOS dirancang untuk tetap siaga dan selalu ‘menyala’ sepanjang waktu. Sebuah NOS berfungsi sebagai semacam landasan atau platform bagi kegiatan berbagai perkakas penting sebuah jaringan komputer, misalnya :

  • Infrastuktur TCP/IP, yang mengandung berbagai fungsi NOS sebagai pengatur lalu-lintas (router), penolak bala (firewall), dan induk pengatur (dalam bentuk DHCP server, atau DNS server).
  • Fungsi-fungsi LAN (local area network) seperti pengecekan identitas alias autentifikasi, penggunaan sumberdaya komputer secara bersama dalam bentuk file sharing atau printer sharing.
  • Sebagai induk pengelola direktori alias directory server; di sini NOS mengatur otoritas komputer-komputer yang terkait dengan sebuah jaringan.
  • Sebagai ‘pelayan’ bagi berbagai aplikasi (application serving); di sini NOS menjadi landasan bagi berbagai aplikasi yang memerlukan jaringan, misalnya aplikasi sistem perpustakaan, aplikasi mesin pencari, dan sebagainya. Di dalam konteks jaringan global, maka NOS juga melayani fungsi Web serving (lihat juga Web service.

#VARIAN SISTEM OPERASI JARINGAN
Berikut ini adalah sistem operasi jaringan yang banyak digunakan saat ini.

  • UNIX/Linux, ini merupakan sistem operasi yang paling banyak digunakan sebagai server saat ini, contoh sistem operasi jaringan dengan linux diantaranya adalah Red Hat, Caldera, SuSE, Debian, Fedora, Ubuntu dan Slackware.
  • Novell Netware, di tahun 1980-an, ini merupakan sistem operasi pertama yang memenuhi semua persyaratan untuk membangun sebuah jaringan komputer lokal.
  • Microsoft Windows, masih dari perusahaan yang sama, Microsoft juga mengeluarkan Windows Server sebagai sistem operasi jaringannya, mulai dari versi awalnya adalah Windows Server 2000, hingga yang terakhir Windows Server 2012.

#LINUX SEBAGAI SISTEM OPERASI BERBASIS JARINGAN

Linux dimulai tahun 1991 ketika Linux Torvalds, mahasiswa di Universitas Helsinki, Finlandia, mengirimkan sistem operasi Linux gratisnya di internet. Linux merupakan versi gratis dari Unix, dan terus berkembang dengan bantuan ribuan programmer sukarelawan di internet. Linux merupakan software open-source yang berarti setiap programmer dapat mendownloadnya dari internet dengan gratis dan memodifikasinya demi kemajuannya. Linux bisa diperoleh dari distribusi yang umum digunakan seperti RedHat, Debian, Slackware, Caldera, Turbo Linux, dan lain-lain.

Linux memiliki implementasi lengkap dari arstitektur TCP/IP dalam bentuk TCP/IP networking software, yang mencakup driver untuk ethernet card dan kemampuan untuk menggunakan Serial Line Internet Protocol (SLIP) dan Point-to-Point Protocol (PPP) yang menyediakan akses ke jaringan melalui modem.

Sejumlah layanan yang disediakan oleh Linux adalah yang berbasis TCP/IP suite adalah web server: Apache, web proxy: Squid, File dan print sharing: Samba, E-mail: Sendmail, serta Domain Name Server (DNS): menyediakan mapping antara nama dan IP address dan mendistribusikan informasi tentang jaringan (mail server) contoh: BIND.

#KEUNGGULAN LINUX SEBAGAI SISTEM OPERASI JARINGAN

  • Free

Dalam distribusi Linux terdapat banyak software yang didapatkan secara gratis melalui internet. Sedangkan apabila software tersebut dikemas dalam bentuk CD maka akan menghabiskan biaya besar untuk mendapatkan software tersebut. Selain itu, pengguna dapat mengubah program asal sesuai keperluan tanpa terkena sanksi. Sehingga dapat dikatakan Linux adalah sistem operasi open source.

  • Resistan

Jarang sekali terdengan bahwa Linux terinfeksi virus komputer. Biasanya virus yang masuk dalam Linux tidak dapat melakukan apapun karena virus tersebut dibuat untuk sistem operasi lain. Sehingga dalam Linux tidak perlu dibutuhkan sistem perlindungan yang hebat dengan berbagai program antivirus, firewall, adware block, dan sebagainya. Selain itu, terdapat sistem file Permissions yaitu apabila terjadi perubahan atau penghapusan file harus dengan ijin dari user.

  • Stabilitas dan Realiable

Sistem operasi lain perlu dilakukan instalasi ulang secara berkala agar dalam pemanfaatannya tetap cepat. Sedangkan Linux tidak perlu dilakukan reboot (dihidupkan ulang) hingga hardware dapat berfungsi maksimal kembai jika dalam konfigurasi berjalan dengan benar. Sehingga dalam hal ini Linux sangat tepat dijadikan sebagai server. Selain itu Linux dapat bekerja setiap hari secara berkala. Pada aplikasi crash tidak mengakibatkan sistem operasi down. Selain itu, pada Ubuntu setiap bulan April dan Oktober selalu ada versi baru yang lebih baik dari versi sebelumnya sedangkan untuk sistem operasi lain harus menunggu beberapa tahun untuk mengeluarkan versi yang lebih baik.

  • Bugfix

Apabila keamanan pad asistem operasi terjadi permasalahan maka akan ditampilkan bugfix, workaround, advisory, dan sebagainya. Setelah beberapa saat diberitahukan adanya bug, workaround sudah disediakan untuk download.

  • Multi Tasking

Keunggulan Linux yang multitasking dapat memudahkan pengguna dapat menyelesaikan pekerjaan dengan cepat. Karena dalam Linux user dapat mengeksekusi beberpa aplikasi dalam waktu yang bersamaan dan setiap aplikasi dapat melakukan beberapa pekerjaan secara bersama (Multi Threading). Selain itu dalam Linux tidak pernah terjadi stack atau hang pada program tersebut. Saat data sedang loading, data tersebut dapat dilakukan penggandaan, pengeditan, penghapusan secara bersamaan.

  • Virtual Memory

Kemampuan Linux yang dapat menjalankan program melebihi penggunaan sederhana dari swap space jika hanya menggunakan memori fisik saja merupakan salah satu keunggulan Linux yang berbeda dari sistem operasi lainnya. Sistem Virtual memory yaitu apabila program dieksekusi lebih dari satu kali akan dimasukkan dalam memory dan digunakan untuk penggabungan satu program image dengan banyak data image. Sehingga penggunaan memori dapat dioptimalkan dan dapat mencegah program satu mengganggu program lainnya.

  • Akses Sistem File

Terdapat 34 macam akses sistem file yang berbeda pada Linux, antara lain FAT16 untuk MS-DOS, 32/VFAT untuk MS Windows, NTFS untuk menghubungkan dengan Windows NT, HPFS, MINIX, UFS, SCO, XENIX untuk menghubungkan dengan sistem operasi berbasisi UNIX, Apletalk untuk menghubungkan dengan Apple, Marsnwe untuk menghubungkan dengan Novel Netware, dan sebagainya.

  • Firewall

Firewall adalah sistem untuk menutup port pada PC yang tidak digunakan sehingga dapat mengurangi adanya program tertentu yang tidak diinginkan masuk dalam komputer tersebut. Pada Linux, firewall diatur sehingga jalur lalu lintas dapat berjalan dengan lancar dan resisten terhadap kondisi luar atau dalam yang tidak diinginkan

  • TCP/IP

Dengan memanfaatkan adanya native protocol TCP/IP, semua program dapat dilakukan lebih cepat dibandingkan dengan operasi non-UNIX.

  • User Friendly

Dalam penginstalan Linux juga termasuk hal yang mudah yaitu membutuhkan waktu sekitar 30 menit dengan melakukan 7 kali klik. Aplikasi dan program yang terdapat pada Linux juga mudah untuk didapatkan dengan melakukan searching pada internet. Linux memberikan hampir semua kebutuhan pengguna dengan gratis misalkan editor teks, aplikasi pengolah gambar, aplikasi perkantoran, web browser, pemutar video / audio, kompiler, utiliti, dan sebagainya.

REFERENSI
Supriyanto. 2013. Sistem Operasi Jaringan untuk SMK/MAK Semester 1. Jakarta: Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan.

Fadles, Alfi. https://www.academia.edu/33778596/ANALISIS_SISTEM_OPERASI_BERBASIS_LINUX. [Diakses 11 Pebruari 2019].

OPERATING SYSTEM

Nama: Putu Ari Suryana Upeksa
NIM : 1705551025
Prodi : Teknologi Informasi
Fakultas : Teknik
Universitas : Udayana
Mata Kuliah : Network Operating System
Dosen : I Putu Agus Eka Pratama, ST.,MT.

#SISTEM OPERASI

Sistem operasi memiliki peranan penting saat ini dalam mendukung perkembangan teknologi informasi. Ini karena hampir semua aplikasi yang dikembangkan saat ini berjalan diatas sistem operasi. Sistem operasi merupakan sebuah program yang mengendalikan semua fungsi yang ada pada komputer serta sebagai penghubung antara hardware komputer dengan software agar dapat digunakan untuk menyelesaikan tugas-tugas. Sistem operasi menjadi basis landasan pengembangan aplikasi untuk user.

#FUNGSI SISTEM OPERASI
Secara umum semua sistem operasi memiliki empat fungsi berikut :

  • Pengendalian akses terhadap berbagai perangkat keras yang terhubung ke komputer. (Manajemen perangkat keras).
  • Pengelolaan file dan folder (Manajemen file dan folder).
  • Penyediaan user interface sebagai jembatan antar user dengan perangkat keras komputer (Manajemen interaksi user).
  • Pengelolaan aplikasi user (Manajemen aplikasi).

#SISTEM OPERASI DALAM STRUKTUR HARDWARE DAN SOFTWARE

Gambar diatas dapat menunjukan struktur dari hardware dan software sebuah sistem komputer. Sistem operasi berada pada bagian struktur software yang paling bawah sebagai penghubung antara hardware dengan software agar user dapat menggunakan resource (program aplikasi atau harddisk) yang berada pada komputer secara maksimal. Sistem operasi memiliki 2 inti yang membantu dalam pengoperasian yaitu kernel sebagai pusat atau inti dari segala kontrol terhadap sistem operasi dan driver sebagai jembatan antara sistem operasi dengan hardware komputer untuk dapat berkomunikasi.

#PERANAN SISTEM OPERASI

  1. Sebagai Kernel, yakni program yang terus-menerus berjalan selama komputer tengah dijalankan.
  2. Sebagai Guardian, yakni penyedia kontrol akses yang melindungi file dan memberikan pengawasan kepada proses pembacaan, penulisan atau eksekusi data dan program.
  3. Sebagai Gatekeeper, mengendalikan siapa saja yang memang berhak untuk masuk ke dalam sistem dan mengawasi tindakan apa saja yang bisa mereka lakukan saat telah masuk di dalam sistem.
  4. Sebagai Optimizer, yakni mengefisiensikan hardware komputer sehingga nyaman untuk dioperasikan oleh pengguna (user), menjadwal input dari pengguna, mengakses basis data, proses komunikasi dan pengeluaran untuk meningkatkan kegunaan.
  5. Sebagai Coordinator, yakni menyediakan berbagai fasilitas sehingga aktivitas yang kompleks bisa diatur untuk dikerjakan berdasar urutan yang telah disusun sebelumnya.
  6. Sebagai Program Controller, yakni program yang berguna untuk mengontrol program aplikasi lainnya.
  7. Sebagai Server, yakni menyediakan layanan yang memang sering dibutuhkan oleh pengguna, entah itu secara eksplisit maupun implisit, seperti mekanisme akses file, fasilitas interupt.
  8. Sebagai Accountant, yakni mengatur waktu CPU, penggunaan memori, pemanggilan perangkat Input dan Output, disk storage dan waktu koneksi terminal.
  9. Sebagai Interface, yakin menjembatani pengguna dengan hardware, menyediakan lingkungan yang lebih bersahabat dan mudah untuk digunakan. Sehingga, pengguna tidak akan dirumitkan oleh bahasa mesin atau perangkat pada level bawah.
  10. Sebagai Sistem Resources Manager, yakni menjadi pengelola seluruh sumber daya Sistem Komputer.
  11. Sebagai Virtual Machine, yakni menyediakan layanan seperti halnya menyembunyikan kompleksitas pemrograman dan menyajikan fasilitas yang lebih mudah dalam penggunaan perangkat keras.

#JENIS SISTEM OPERASI
Dilihat dari penggunaannya sistem operasi dapat dibedakan menjadi dua kelompok besar, yakni :

  • Sistem operasi desktop, yang banyak digunakan di kantor-kantor, Small Office/Home Office (SOHO), dengan jumlah user yang sedikit.
  • Sistem operasi jaringan, Network Operating System (NOS), didesain untuk dapat melayani user dalam jumlah besar untuk berbagai keperluan dan banyak digunakan pada perusahaan berskala besar.

Dilihat dari sumber kode sistem operasi dapat dibedakan menjadi dua jenis, yakni :

  • Sistem Operasi Close Source (Proprietari) Sistem operasi proprietari merupakan sistem operasi yang dikembangkan secara internal oleh seseorang, perkumpulan ataupun perusahaan. Sistem operasi yang tergolong proprietari ini adalah Windows dan Mac Os.
  • Sistem Operasi Open Source (Terbuka) Sistem Operasi Terbuka merupakan sistem operasi yang kode programnya dibuka untuk umum sehingga dapat dikembangkan oleh yang lainnya. Sistem operasi yang termasuk terbuka adalah UNIX, Linux dan turunannya. Linux sendiri memiliki banyak varian, seperti Debian, Slackware, Redhat dan SuSE. Varian ini lebih dikenal dengan nama distro.

#KELOMPOK SISTEM OPERASI
Saat ini di pasar, sistem operasi yang paling banyak digunakan terbagi ke dalam tiga kelompok besar, yakni Microsoft Windows, Apple Mac Os, dan UNIX/Linux.

Microsoft Windows
Merupakan sistem operasi desktop proprietari yang dikembangkan oleh perusahaan Microsoft dengan pendirinya Bill Gates. Versi pertama sistem operasi ini adalah Windows 1.01 dirilis pada tahun 1985. Windows 8.1 adalah produk terbaru dari sistem operasi besutan Microsoft ini, yang dirilis oktober tahun 2013.

Apple Mac OS
Apple Mac Os sama dengan Microsoft Windows merupakan sistem operasi proprietari yang dikembangkan oleh Apple. Sistem ini didesin sebagai sistem operasi yang ramah terhadap pengguna (user-friendly). Versi terkini dari sistem ini merupakan pengembangan dari sistem operasi UNIX.

UNIX/Linux
UNIX, diperkenalkan akhir tahun 1960-an, merupakan salah satu sistem operasi tertua. Kode program dari sistem operasi ini dibuka sehingga dapat diadopsi oleh berbagai perusahaan. Dari UNIX inilah sekarang banyak lahir sistem operasi baru yang merupakan turunannya. Linux juga merupakan sistem operasi turunan UNIX yang sama-sama membuka kode programnya untuk umum. Linux dikembangkan pertama kali oleh Linus Torvalds dan versi 0.0.1 dirilis pada tahun 1991. Debian merupakan salah satu distribusi Linux yang dikembangkan oleh perusahaan komunitas Debian. Debian 7 Wheezy, merupakan versi teranyar dari sistem operasi Linux ini. Selain debian masih banyak lagi distro Linux lainnya seperti Fedora, Ubuntu, OpenSuSE, dan Slackware. Android sebagai sistem operasi mobile juga termasuk turunan dari sistem operasi Linux.

REFERENSI
Supriyanto. 2013. Sistem Operasi Jaringan untuk SMK/MAK Semester 1. Jakarta: Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan.

Faruq, H. A. (2017, September). Peranan Sistem Operasi dalam Struktur Sistem Komputer. http://www.habibullahurl.com/2015/06/peranan-sistem-operasi.html. [Diakses 10 Pebruari 2019].